BANDA ACEH - Ketua Peusaba Aceh mengatakan bahwa orang yang membakar kalimat tauhid adalah makhluk terkutuk dan lebih terkutuk lagi para pembela yang membakar bendera tauhid.
"Barangsiapa membakar bendera tauhid dan kemudian membela diri, juga memusnahkan makam ulama walaupun satu dunia sekalipun mendukung akan mudah dimusnahkan Allah dalam sekejap," ungkap Mawardi Usman kepada LintasAtjeh.com, Kamis (25/10/2018) dalam pesan whatsapp mesengernya.
Dikisahkannya, lihatlah peradaban Ad yang sangat besar dan berani berkata kepada Nabi Hud, siapakah yang lebih kuat dari kami karena Kaum Ad sejak masa Syidad Bin Ad adalah penguasa dunia yang berhasil membuat istana emas dan intan berlian?
"Namun mereka kaum durhaka kemudian Allah mengirimkan angin yang memusnahkan kaum Ad hingga ke akar-akarnya," jelasnya.
Kaum Ad, lanjut Mawardi, dikenal dengan bangsa Arab yang hilang. Jangan sampai bangsa yang menentang Allah dan Rasulullah akhirnya menjadi bangsa yang hilang.
"Ingatlah gempa di Palu yang terjadi beberapa waktu lalu hanya dalam hitungan detik semua musnah," ujar dia mengingatkan.
Peusaba juga mengingatkan hanya dengan memohon ampun dan tidak mengulangi dosa bencana dapat ditolak. Barangsiapa berdiam diri ketika agama Allah dihina maka termasuk kaum yang zalim.
"Di Aceh juga sedang terancam makam para raja dan ulama era Kesultanan Aceh Darussalam dan Lamuri yang bertuliskan kalimat tauhid dihancurkan. Ini juga sudah lama dilakukan bahkan sejak masa Belanda," beber Mawardi.
"Karena itu, Peusaba meminta semua pihak melindungi nisan yang berukir di seluruh Aceh dan nusantara serta Malaysia," pintanya.