![]() |
IST |
ACEH TIMUR - Meningkatnya
harga emas di Aceh, dikeluhkan banyak pemuda karena dengan mahalnya harga emas
juga berpengaruh bagi mahalnya harga jelame (mahar/mas kawin).
Seharusnya pemerintah juga
harus mengeluarkan kebijakan terkait harga mas kawin bagi si ‘dara’ Aceh.
Walaupun jelame bukan hal yang wajib dalam sistem pernikahan Islam.
Hal tersebut dikatakan Khadafi,
seorang pemuda Aceh Timur kepada LintasAtjeh.com, Rabu (13/7/2016), melalui
siaran persnya.
Namun, kata dia, budaya
Aceh membawa nilai materialisme yang masih sangat erat dipegang oleh masyarakat
kita. Jika kita memegang sistem pernikahan Islami, tentu akan sangat
meringankan mempelai laki-laki, berarti juga mempermudah pernikahan itu
sendiri.
“Yang mirisnya pada tahun
2010-2015 Aceh menempati urutan pertama penghasil pemuda yang enggan melepas
masa lajangnya. Khusus suku Jawa berbeda dengan provinsi lain, bagi mereka
mahar tidak menjadi patokan disana, yang penting cinta,” beber Khadafi.[Rls]