Bagi masyarakat wilayah barat Kota Bireuen, masakan kanji
rumbi tak asing lagi. Apalagi setiap bulan ramadhan, menu ini selalu menjadi
hidangan utama bagi masyarakat kawasan Samalanga saat berbuka puasa, baik di
rumah, meunasah maupun masjid.
Masakan kanji rumbi yang menjadi tradisi selama puasa ramadhan
ini hanya bisa dijumpai di tempat tertentu, misalnya seperti di Samalanga.
Selain untuk mengenyangkan, kanji rumbi berkhasiat sebagai
obat pengusir angin dalam tubuh, karena terbuat dari campuran rempah-rempah,
beras dan sayur-sayuran.
Tradisi memasak kanji di Samalanga dilakukan secara bergotong
royong. Sistem kerja dan bahan-bahan yang diperlukan dikumpulkan secara
bersama-sama oleh petuah gampong dari rumah-rumah penduduk.
Bahan dasar :
- ¼ kg beras (breuh)
- 3 ons udang yang sudah dikupas kulitnya (asoe udeung)
- Santan encer dari ½ butir kelapa (santan cae dari siblah u)
Bumbu-Bumbu yang digiling halus (peh beuhaloh) :
- 1 sdm ketumbar (aweuh)
- 1 sdt merica (lada)
- 1 sdt adas manis (jeura maneh)
- 8 siung (ulah seudang) bawang merah
- 4 siung (ulah seudang) bawang putih
- ½ ruas jari jahe (halia)
- ½ biji pala
- ½ ruas kunyit (kunyet)
Bahan untuk tumis :
- 2 siung Bawang merah
- 1 batang sere (rheue)
- 1 lembar daun pandan
- 10 lembar daun temeurui
- 3 biji kapulaga
- 1 ruas jari kayu manis (kulet maneh)
- 5 biji cengkih (bungong lawang)
- 3 biji lawang kleng
Cara memasak :
1. Tumis bawang merah
beserta bahan setumisannya hingga bawang berwarna kecoklat-coklatan;
2. Setelah itu
masukkan bumbu yang sudah dihaluskan sampai mengeluarkan aroma rempah;
3. Kemudian masukkan
beras yang sudah dicuci bersih lalu diaduk (woet-woet) sampai beras benar-benar
kembang (kecilkan api untuk mengembangkan beras);
4. Jika beras sudah
betul-betul kembang baru masukkan santan encer tunggu sampai santan mendidih
sekitar 10 menit baru matikan apinya;
5. Kanji siap dihidangkan
boleh tambahkan bawang goreng (tergantung selera).
Daun Teumurui boleh ditambah lagi sekitar 10 lembar tanpa
ditumis .Selamat Mencoba. [DD]