-->









 





Nora Idah Nita : Terimakasih Pak SBY Sudah 10 Tahun Mengawal Bangsa Indonesia

19 Oktober, 2014, 15.35 WIB Last Updated 2014-10-19T09:51:48Z
ACEH TAMIANG - Pelantikan presiden terpilih Jokowi-JK akan dilaksanakan besok, Senin, 20 Oktober 2014. Seiring itu pula, maka kepemimpinan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono akan berakhir dan tongkat estafet kepemimpinan akan dilanjutkan oleh pasangan Jokowi-JK.

Sepuluh tahun dibawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, banyak kemajuan dan keberhasilan bangsa Indonesia yang patut diapresiasi dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat khususnya bagi kader, pengurus, anggota dan simpatisan Partai Demokrat.

Berkat SBY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat telah memberikan pengabdian terbaik bagi negara dan bangsa Indonesia untuk mengawal keutuhan NKRI. Bahkan keberhasilan SBY juga mendapatkan apresiasi dari berbagai pemimpin dunia dan banyak penghargaan yang diterima SBY sebagai pemimpin negara.

Demikian dikatakan Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang, Nora Idah Nita, SE kepada lintasatjeh.com, Minggu (19/10), melalui pesan singkatnya.
Menurutnya, SBY juga tidak terlepas dari perannya dalam penyelesaian konflik Aceh yang berlangsung selama kurun waktu 30 tahun lebih.

Akibat konflik berkepanjangan dan bencana tsunami tahun 2004 lalu, Aceh banyak mengalami ketertinggalan pembangunan di segala bidang. Namun berkat perdamaian Aceh atau yang lebih dikenal dengan perjanjian damai Helsinki, Aceh juga mengalami kemajuan meskipun belum semuanya terpenuhi. Akan tetapi berkat Bapak SBY, Aceh yang sudah diputuskan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia memperoleh hak otonomi khusus, ini harus disyukuri.

"Semoga pengabdian Bapak SBY, menjadi catatan sejarah bangsa Indonesia yang bisa mengilhami pemimpin kedepan untuk melanjutkan kinerjanya dan bisa menuju Indonesia yang adil, makmur, aman dan sejahtera. Terimakasih Pak SBY, sudah 10 tahun mengawal bangsa Indonesia," kata Nora Idah Nita.

"Kemudian kami juga mengucapkan selamat kepada Bapak Jokowi-JK yang akan dilantik menjadi pasangan Presiden-Wakil Presiden RI ke-7, semoga bisa bekerja dengan baik untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan Negara," pungkas Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang.

Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada media Australia juga mengungkapkan bahwa dirinya akan menanggalkan jabatannya sebagai Presiden Indonesia dengan perasaan puas. SBY mengaku telah berhasil meraih banyak capaian selama 10 tahun menjabat sebagai Presiden sejak 2004.

"Saya sudah berusaha sebaik mungkin dalam menjalankan tugas sebagai Presiden. Di akhir jabatan saya, Indonesia telah menjadi negara yang lebih kuat, demokrasi yang lebih kuat dan juga perekonomian yang semakin membaik," ujarnya.

Ketika pertama kali terpilih sebagai Presiden pada 2004, SBY langsung dihadang sejumlah masalah. Mulai dari bencana Tsunami, Desember 2014 hingga serangan bom yang dilakukan oleh Jemaat Islamiyah.

"Kami menghadapi banyak tantangan tetapi satu per satu berhasil diselesaikan. Kami berhasil menuntaskan konflik berkepanjangan di Aceh, kami menstabilkan situasi politik di Papua dan juga berhasil selamat dari krisis Tsunami dan juga sejumlah bencana alam lainnya," ungkapnya.(ar)







Komentar

Tampilkan

Terkini