JAKARTA - Gedung Trans TV di Jl Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, mendapat ancaman bom lewat SMS, pada Minggu (19/10) pagi tadi. Dari hasil penyisiran gedung selama 1 jam lebih, ancaman bom tersebut tidak terbukti.
"Sudah dilakukan pengecekan dan sterilisasi tim Gegana dan hasilnya nihil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2014).
Ancaman tersebut disampaikan melalui SMS ke call center 1717 yang diterima oleh anggota polisi pada pukul 05.30 WIB. SMS itu berbunyi, "Laporan, gedung Trans TV akan diledakkan bom oleh ISIS, ini serius."
Anggota yang menerima ancaman tersebut melanjutkannya ke Polsek Mampang. Tidak menyepelekan ancaman tersebut, Polsek Mampang mengerahkan 15 personel ke TKP dengan dipimpin oleh Kapolsek Mampang Kompol Bambang.
"Selanjutnya Polsek Mampang menghubungi Tim Gegana dan dilakukan penyisiran di lokasi," ucap Rikwanto.
Penyisiran dilakukan pada pukul 08.30-09.30 WIB di Gedung Trans TV ini. Seluruh sudut ruangan hingga titik-titik yang dimungkinkan ditaruh bom disisir. Selama penyisiran, pintu gerbang ditutup sehingga tidak boleh ada yang masuk. Namun setelah satu jam penyisiran, ternyata tidak ada bom di lokasi.
"Iya ancamannya tidak terbukti, hanya menggertak saja," tegas Rikwanto. (detikcom)
"Sudah dilakukan pengecekan dan sterilisasi tim Gegana dan hasilnya nihil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2014).
Ancaman tersebut disampaikan melalui SMS ke call center 1717 yang diterima oleh anggota polisi pada pukul 05.30 WIB. SMS itu berbunyi, "Laporan, gedung Trans TV akan diledakkan bom oleh ISIS, ini serius."
Anggota yang menerima ancaman tersebut melanjutkannya ke Polsek Mampang. Tidak menyepelekan ancaman tersebut, Polsek Mampang mengerahkan 15 personel ke TKP dengan dipimpin oleh Kapolsek Mampang Kompol Bambang.
"Selanjutnya Polsek Mampang menghubungi Tim Gegana dan dilakukan penyisiran di lokasi," ucap Rikwanto.
Penyisiran dilakukan pada pukul 08.30-09.30 WIB di Gedung Trans TV ini. Seluruh sudut ruangan hingga titik-titik yang dimungkinkan ditaruh bom disisir. Selama penyisiran, pintu gerbang ditutup sehingga tidak boleh ada yang masuk. Namun setelah satu jam penyisiran, ternyata tidak ada bom di lokasi.
"Iya ancamannya tidak terbukti, hanya menggertak saja," tegas Rikwanto. (detikcom)